Selasa, 25 Desember 2012

Cinta Sejati B.J Habibie dan alm.Ainun Habibie




Mengingat pak habibie saat diwawancarai di sebuah program televisi 2 tahun silam beliau menceritakan kisah perjalan hidupnya dengan bu ainun,
Pertemuan mereka diawali dari masa kecil mereka saat menduduki bangku SMA, mereka adalah dua bintang kelas yang sangat populer di sekolah. Akan tetapi, saat itu bu Ainun adalah jagoan sekolah yang terkenal agak tomboy sedangkan pak Habibie (atau Roy, panggilan masa kecil beliau) adalah sosok yangterkenal jago bidang saintis sedari duduk di bangku sekolah. Guru mereka dahulu sering menjodohkan mereka berdua, akibat prestasinya yang tinggi di sekolah. Tapi hal ini hanya dianggap lintas lalu oleh Roy.
Bu Ainun sedari dulu memang primadona sekolah akan tetapi, hal tersebut tidak menggetarkan hati Habibie remaja untuk mendekatiya. Sepulang dari luar negeri untuk menempuh pendidikan, pak Habibie baru muali menyadari pesona bu Ainun, saat bermain ke rumah temannya yang kebetulan adalah kakak dari bu Ainun.
Beliau tiba-tiba melihat Ainun sedang memakai pakaian kasual kaos dengan celana jeans, hal ini membuat Habibie terperangah dan beliau berkata
“Ainun, mana mungkin gula merah menjadi gula pasir?"
kisah ini berlanjut hingga akhirnya mereka dipertemukan menjadi satu di pelaminan. Kata-kata yang saya ingat dari pak Habibie adalah
Trimakasih ya Allah Engkau lahirkan aku untuk Ainun,dan Ainun untuk saya.
Trimakasih ya Allah Engkau pertemukan aku dengan Ainun,dan Ainun dengan saya….

saat pak habiebie diwawancarai beliau menuturkan 

"Dalam 48 tahun 10 hari kami bersama,tak pernah kami berpisah..
Saya tidak pernah menyangka ada perasaan yang sehebat ini„,tapi sekaligus perih juga…
Saya tidak pernah bayangkan akan kehilangan seperti ini…
Tapi saya yakin„walaupun separuh jiwa saya serasa pergi„
tapi Ibu tetap tinggal di dalam ini (sambil menepuk dada)
Setiap saya memejamkan mata„
saya merasa bisa melihat Ibu di setiap ruangan ini..”
Kata kata selanjutnya yang beliau lontarkan diucapkan sedemikian rupa agar beliau bisa tegar tanpa separuh jiwanya..
“Aku ingat lekat sepasang mata dan senyumannya,
kini aku merasakan bayang matanya menghilang perlahan – lahan.
Itu masalahku, dan harus kuatasi itu.
ibu memang sudah pergi, tapi dia tidak pernah pergi dari hati saya”

Dalam ceritanya, Habibie mengenang kisah-kisahnya bersama Ainun selama 48 tahun 10 hari. Yang menarik, Habibie sempat menuturkan diawal perkenalan dengan Ainun, dia tidak tertarik karena kulit Ainun yang gelap.
"Namun, suatu hari saya ke rumahnya saat beliau sedang menjahit, saya bilang 'kok kamu bisa jadi cantik?' dari situlah kemudian saya jatuh cinta," ucap Habibie. 

Puisi cinta Bapak BJ Habibie saat melepas kepergian Alm.Ibu Ainun Habibie

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. 
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, 
dan kematian adalah sesuatu yang pasti, 
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. 
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, 
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri 
seseorang, 
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, 
hatiku seperti tak di tempatnya, 
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. 
Kau tahu sayang, 
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. 
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, 
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, 
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. 
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, 
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. 
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, 
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, 
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. 
Selamat jalan, 
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, 
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. 
selamat jalan sayang, 
cahaya mataku, penyejuk jiwaku, 
selamat jalan, 
calon bidadari surgaku …


Kini, Bu Ainun telah dipanggil yang Maha Kuasa. Kini, kisah cinta selama 48 tahun 10 hari itu telah memasuki bagian akhir. Namun kenangan atas cinta yang dahsyat itu tak akan pernah berakhir bagi Habibie. Kenangan tentang cinta Ainun menjadi prasasti yang tergurat dalam hatinya. Dan ia akan memelihara kenangan yang membahagiakan itu. Agar kelak menjadi teladan yang abadi bagi siapapun.
saya benar-benar meneteskan air mata ternyata di dunia ini ada juga kisah cinta manusia yang dilandasi dengan cinta dan kasih yang murni.. 




1 komentar:

  1. cengeng, setiap orang punya kisah. Entah itu tukang becak, tukang ojek, tukang dagang somay sampai koruptor sekalipun. tetapi bagaimana membungkusnya itu yg berbeda. Kisah itu hanya sejumput saja, masih banayak yg lainnya. Percayalah, Tuhan menciptakan manusia beraneka warna sesuai porsinya masing-masing.

    BalasHapus